0
Dikirim pada 14 Agustus 2009 di Uncategories

Jumlah korban tewas dari kalangan teroris cuma 5 orang, itupun yang 2 orang bunuh diri, yaitu Nana Ikhwan dan Dani Dwi Permana. Sementara Eko Joko, Air Setiawan dan terakhir Ibrahim di Temanggung yang sebelumnya diduga Noordin M.Top murni tewas oleh anggota Densus 88. Padahal korban bom di Hotel JW.Marriot dan Ritz Carlton berjumlah 9 orang, ditambah korban yang luka-luka. Jadi kalau melihat jumlah korban dari kedua belah fihak masih unggul kelompok Teroris, jika diibaratkan dalam sepakbola Tim Teroris unggul 9-5 dari Tim Densus 88. Maka Tim Densus harus bekerja keras minimal membunuh lagi 4 orang teroris, biar imbang. Atau cukup membunuh pelatihnya aja Noordin M Top, karena kekuatan Tim Teroris akan sedikit melemah. Karena Noordin M Top kalau dalam Tim Sepakbola ibarat Alex Ferguson, sang Arsitek The Red Devil, Manchester United....perannya belum ada yang bisa menggantikannya. Kejayaan Skuad Setan Merah tidak terlepas dari bayang-bayang sang kakek brilian ini. Begitulah peran sentral Noordin M Top dalam Skuad Tim Teroris.

Lalu bagaimana cara mengatasinya, padahal kalau secara fasilitas dan dukungan lebih unggul Tim Densus 88. Lihat aja ketika menggerebek rumah Mozahri di Temanggung, Tim Densus 88 menurunkan 60 striker sekaligus untuk mencetak 1 gol saja hingga tewasnya Ibrahim. Sementara 2 orang Striker dari Tim Teroris bisa mencetak 9 gol dengan mengoyak jala gawangnya sekaligus, dengan tewasnya 9 orang dan hancurnya 2 hotel mewah di Mega Kuningan.

APA YANG MENJADI PENYEBABNYA?

Inilah yang harus dicari..., mengapa Teroris dengan fasilitas dan Supertor yang kalah unggul dibanding Tim Densus 88 bisa memenangkan pertandingan ini?. SIAP MATI,,,, dengan menghancurkan tubuh sendiri inilah kunci kekuatan Tim Teroris. Maka untuk bisa memenangkan pertandingan ini, Tim Densus 88 harus melakukan hal yang sama....siapkah mati dengan meledakkan tubuh sendiri Tim Densus 88?.

Tapi...kayaknya susah juga, soalnya Tim Teroris kan nggak memiliki komunitas masyarakat...sehingga Tim Densus mau melakukan bom bunuh diri dimana ???.

Atau...kalaupun ada komunitas masyarakat teroris yang berkumpul, beranikah Tim Densus 88 melakukan Bom bunuh diri?. Sepertinya sulit juga,,,,karena dalam Doktrin, konsep atau ideologi Tim Densus 88 gak ada seperti yang terdapat dalam Doktrin, konsep atau ideologi Tim Teroris. Dalam Pancasila tidak terdapat sila-sila untuk berani berkorban hingga nyawa sekalipun, lalu dijanjikan masuk syurga. Begitupun dalam UUD 45 kita belum pernah menemukan Pasal yang menyatakan bahwa barangsiapa yang berani berkorban nyawa demi Negara akan dijamin masuk syurga. Inilah akar permasalahannya, IDEOLOGI. Dalam kamus Kebangsaan, ketika menghadapi perjuangan slogannya "MERDEKA atau MATI". Jadi kalau Hidup,,, ya...mengalami Kemerdekaan atau Kejayaan,,,sementara kalau gugur MATI aja...tidak ada upah apapun. Upahnya hanya gelar Anumerta atau Pahlawan Nasional, itupun tidak dinikmati oleh pelaku, karena ia sudah mati.

Coba aja kita kaji konsep Islam, yang diadopsi oleh Tim Teroris....!. Dimana Konsep atau Hukum yang menjadi Dasar ideologi-nya adalah Konsep buatan Tuhan Pencipta alam semesta. Dalam al-Qur’an sangat jelas sekali, bagi siapa saja yang rela berkorban harta, bahkan nyawa untuk Alloh ia akan dijamin masuk syurga (baca Qs At-Taubah : 111). Dalam ayat tersebut bahkan ditegaskan, bahwa janji Alloh adalah pasti. Lantas slogannya pun sangat menggiurkan, tidak ada kondisi yang merugikan, HIDUP mulia, kalau MATI SYAHID/masuk syurga...ISY KATIIMAN AWU MUT SYAHIDAN. Jadi apapun yang terjadi, mau hidup atau mati tetap menguntungkan.

Kita lihat sejarah siapa yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini, para ulama dan santri yang tergabung dalam Hizbulloh. Ideologi mereka adalah al-Qur’an, dan tanah air yang dibelanya-pun belum berbentuk Negara yang berhukum positifnya buatan manusia. Sehingga mereka tidak ragu untuk memperjuangkannya, karena mereka bercita-cita dengan pengorbanannya ini akan tegak sebidang tanah air yang hukum positifnya adalah Hukum Alloh, bukan Hukum buatan manusia. Maka Allah akan ridlo dan Alloh-pun akan menjaminnya dengan Kariiman atau Syahidan dengan janji Jannah.

So....kalau Tim Densus 88 ingin memenangkan pertandingan ini, kayaknya bisa aja yah,...kalau coba adopsi konsep islam....pertebal iman....orientasikan berjuang untuk keuntungan akhirat...dan hindari hidup hedonisme.

Tapi .....apakah bisa yah.....sementara Konsep yang menjadi landasan Ideologi Negara yang dibelanya masih UU buatan manusia???.
 



Dikirim pada 14 Agustus 2009 di Uncategories
comments powered by Disqus
Profile

Saya ternyata manusia dloif yang tidak lepas dari pengaruh dinamika. Semoga Dia masih mengakui saya sebagai budakNya More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 114.667 kali


connect with ABATASA